JAKARTA, Sibisnis – Saham PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) menunjukkan performa yang cukup stabil pada perdagangan Jumat (15/8), ditutup dengan penguatan tipis di tengah fluktuasi pasar yang dinamis. Pergerakan saham ANTM ini menjadi perhatian investor, terutama setelah rekor penjualan emas dan nikel yang dicetak perusahaan di kuartal II.
Pada penutupan sesi perdagangan, harga saham ANTM berada di level Rp 2.900 per lembar saham. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar Rp 10 atau sekitar 0,35% dibandingkan dengan harga penutupan hari sebelumnya, yaitu Rp 2.890. Kenaikan tipis ini menunjukkan daya tahan ANTM di tengah tekanan pasar.
Awal sesi perdagangan dibuka dengan harga yang sama dengan penutupan, yaitu Rp 2.900. Sepanjang hari, pergerakan harga saham ANTM cukup bervariasi. Harga tertinggi yang sempat dicapai adalah Rp 2.920, sementara harga terendah menyentuh angka Rp 2.860. Fluktuasi ini menggambarkan dinamika minat beli dan jual terhadap saham ANTM.
Berdasarkan data dari Bursa Efek Indonesia (BEI), total nilai transaksi saham ANTM pada hari tersebut mencapai Rp 171,10 miliar. Volume saham yang berpindah tangan tercatat sebanyak 592.319 lot. Angka ini menunjukkan bahwa saham ANTM tetap menjadi salah satu pilihan investasi yang aktif diperdagangkan di pasar modal. Investor terus memantau kinerja ANTM, terutama setelah pengumuman rekor penjualan emas dan nikel tertinggi sepanjang sejarah di kuartal II, yang memberikan sentimen positif terhadap prospek perusahaan.