Perbandingan Lengkap: Kartu emoney apa aja yang paling populer.

A

Redaksi

19 January 2026, 05:02 WIB

ADVERTISEMENT
Iklan disini
Kartu E-Money Apa Aja? <a href="/panduan-lengkap-ide-usaha-jasa-modal-kecil-untuk-pemula" class="text-red-600 font-bold hover:underline" title="Baca juga: Panduan Lengkap">Panduan Lengkap</a> Jenis dan Keunggulan Uang Elektronik di Indonesia

JAKARTA – Transformasi menuju masyarakat nontunai (cashless society) telah menempatkan kartu uang elektronik atau e-money sebagai alat transaksi esensial. Sejak diwajibkannya pembayaran non-tunai di gerbang tol, pertanyaan "kartu emoney apa aja" sering muncul di benak konsumen.

Kini, hampir semua aspek kehidupan publik, mulai dari transportasi massal hingga parkir, didukung oleh sistem pembayaran digital berbasis kartu.

Sebagai Jurnalis Online Senior, kami merangkum secara mendalam jenis-jenis kartu e-money yang paling dominan di pasar Indonesia, keunggulannya, dan cara mengelolanya.

Artikel ini penting bagi pengguna baru maupun yang ingin memastikan alat pembayaran mereka kompatibel di berbagai layanan umum.

Klasifikasi Utama Kartu E-Money di Indonesia

Uang elektronik (UE) di Indonesia, berdasarkan regulasi Bank Indonesia (BI), umumnya dibagi menjadi dua jenis utama: berbasis chip (kartu fisik) dan berbasis server (aplikasi).

Dalam konteks "kartu emoney," kita fokus pada jenis pertama, yaitu yang berbentuk fisik dan menggunakan teknologi chip.

Kartu fisik ini sering diterbitkan oleh bank-bank besar dan berfungsi sebagai alat pembayaran prabayar.

Saldo tersimpan langsung di dalam chip kartu, bukan di dalam akun bank penggunanya.

Oleh karena itu, jika kartu hilang, saldo di dalamnya tidak dapat dikembalikan, kecuali melalui prosedur klaim ketat pada beberapa penerbit.


Sumber: Bing Images

Empat Kartu E-Money Dominan Penerbit Bank

Hingga saat ini, pasar kartu uang elektronik fisik didominasi oleh empat bank besar di Indonesia. Masing-masing memiliki nama produk dan ekosistem pengisian ulang yang khas.

1. e-Money Mandiri (Bank Mandiri)

e-Money adalah pionir dalam pembayaran non-tunai di Indonesia, terutama di sektor transportasi darat dan laut.

Kartu ini sangat populer karena kompatibilitasnya yang luas di berbagai gerbang tol, bus Transjakarta, KRL Commuter Line, hingga pembayaran parkir.

Pengisian ulang dapat dilakukan melalui ATM Mandiri, aplikasi Livin' by Mandiri (dengan fitur NFC), atau melalui minimarket dan loket stasiun.

Kemudahan akses pengisian ulang menjadikannya pilihan utama bagi banyak komuter harian.

2. Flazz BCA (Bank Central Asia)

Flazz dikenal dengan proses transaksi yang sangat cepat dan didukung oleh jaringan merchant BCA yang besar.

Meskipun awalnya Flazz sedikit tertinggal dalam integrasi tol dibandingkan e-Money, kini fungsinya sudah merata.

Keunggulan Flazz terletak pada kemudahan top-up melalui mesin EDC di gerai-gerai tertentu, serta aplikasi m-BCA (membutuhkan ponsel berkemampuan NFC).

Flazz tersedia dalam dua jenis: Flazz generasi 1 dan Flazz generasi 2 yang sudah mendukung top-up via NFC.

Perbandingan Kartu E-Money Bank
Sumber: Bing Images

3. Brizzi (Bank Rakyat Indonesia - BRI)

Brizzi menjadi kontributor penting dalam perluasan penggunaan e-money di daerah, sejalan dengan jangkauan BRI yang sangat luas.

Sama seperti pesaingnya, Brizzi digunakan untuk pembayaran tol, KRL, Transjakarta, dan berbagai merchant ritel.

Top-up Brizzi dapat dilakukan melalui ATM BRI, aplikasi BRImo (dengan NFC), serta melalui agen BRILink yang tersebar hingga ke pelosok.

Ini memposisikan Brizzi sebagai kartu e-money yang paling mudah diakses di luar kota-kota metropolitan.

4. TapCash (Bank Negara Indonesia - BNI)

TapCash adalah produk uang elektronik dari BNI yang juga bersaing ketat di sektor transportasi dan ritel.

TapCash sering menawarkan desain kartu yang menarik melalui kerja sama dengan brand atau klub olahraga tertentu.

Pengisian saldo bisa dilakukan via ATM BNI, aplikasi BNI Mobile Banking (NFC), serta melalui minimarket dan platform e-commerce.

Keempat kartu ini, e-Money, Flazz, Brizzi, dan TapCash, pada dasarnya memiliki fungsi yang identik untuk kebutuhan pembayaran tol dan transportasi publik di Indonesia.

Integrasi di Sektor Transportasi dan Pembatasan Saldo

Meskipun berasal dari bank berbeda, kesemua kartu e-money fisik ini wajib kompatibel dan diterima di Gerbang Tol Otomatis (GTO) di seluruh Indonesia.

Kepastian interoperabilitas ini dijamin oleh regulasi Bank Indonesia untuk menciptakan sistem pembayaran yang efisien.

Berdasarkan Peraturan Bank Indonesia (PBI), semua kartu uang elektronik prabayar memiliki batas saldo maksimum yang diatur ketat.

Untuk kategori Registered (terdaftar dengan identitas), batas saldo yang diizinkan adalah maksimal Rp20.000.000 (Dua puluh juta Rupiah).

Sementara untuk Unregistered (tidak terdaftar), batasnya jauh lebih kecil, yaitu maksimal Rp2.000.000 (Dua juta Rupiah).

Namun, perlu diingat, sebagian besar kartu yang dijual di minimarket bersifat Unregistered, sehingga batas saldonya adalah Rp2 juta.

Pembatasan ini bertujuan untuk mengurangi risiko dan memastikan fungsi e-money tetap sebagai alat pembayaran mikro, bukan sebagai instrumen penyimpanan dana jangka panjang.

Cara Top Up Kartu E-Money via NFC
Sumber: Bing Images

Tips Cerdas Memilih Kartu E-Money Terbaik

Lalu, dari beragam opsi "kartu emoney apa aja" yang tersedia, mana yang paling ideal untuk Anda?

Pilihan terbaik sangat bergantung pada ekosistem perbankan yang paling sering Anda gunakan.

Jika Anda nasabah Mandiri, menggunakan e-Money akan mempermudah top-up melalui aplikasi Livin' tanpa biaya transfer.

Jika Anda nasabah BCA, Flazz adalah pilihan logis karena kemudahan top-up melalui m-BCA atau EDC BCA yang tersebar luas.

Prioritaskan kartu yang bank penerbitnya memiliki layanan mobile banking dengan fitur Near Field Communication (NFC).

Fitur NFC memungkinkan pengguna melakukan cek saldo dan top-up instan hanya dengan menempelkan kartu ke belakang ponsel.

Saat ini, hampir semua aplikasi mobile banking bank besar sudah mendukung fitur NFC ini, termasuk Livin' by Mandiri, m-BCA, BRImo, dan BNI Mobile Banking.

Kecepatan dan kemudahan top-up di tengah jalan seringkali menjadi faktor penentu utama kenyamanan penggunaan e-money.

Mengapa Kartu E-Money Lebih Aman dari Uang Tunai?

Dari perspektif keamanan, e-money fisik menawarkan perlindungan yang lebih baik dibandingkan membawa uang tunai dalam jumlah besar.

Kartu fisik e-money tidak memerlukan Personal Identification Number (PIN) untuk transaksi harian kecil.

Meski demikian, ini juga berarti jika kartu hilang, siapapun dapat menggunakan saldo yang tersisa.

Namun, karena batas saldo yang dibatasi (maksimal Rp2 juta untuk unregistered), risiko kerugian finansialnya relatif kecil.

Selain itu, penggunaan e-money mengurangi interaksi fisik saat transaksi, menjadikannya pilihan higienis, terutama setelah pandemi global.

Pemerintah juga mendorong penggunaan e-money untuk mempermudah pelacakan arus kas dan mendukung transparansi ekonomi nasional.

Dalam jangka panjang, infrastruktur pembayaran non-tunai di Indonesia akan terus berkembang, termasuk integrasi dengan sistem pembayaran non-bank (QRIS dan sejenisnya).

Namun, untuk keperluan esensial seperti Tol dan KRL, kartu e-money fisik dari bank-bank besar tetap menjadi standar yang tak tergantikan.

Manfaat Penggunaan Kartu E-Money
Sumber: Bing Images

Pastikan Anda selalu memiliki saldo yang cukup sebelum memasuki gerbang tol atau menggunakan transportasi publik untuk menghindari antrian dan denda.

Pilihan kartu ada di tangan Anda, sesuaikan dengan ekosistem perbankan Anda dan kebutuhan mobilitas harian.

Sumber: Bank Indonesia, Data Internal Analisis Pasar.

Bagikan:
ADVERTISEMENTIklan disini
Path:Home/Teknologi/Perbandingan Lengkap: Kartu emoney apa aja yang paling populer.